Artikel Terkini

√ Cara Puasa Umat Sebelum Nabi Muhammad, Apa Bedanya ?

√ Cara Puasa Umat Sebelum Nabi Muhammad, Apa Bedanya ?
√ Cara Puasa Umat Sebelum Nabi Muhammad, Apa Bedanya ? 1

Sebelum datangnya Islam dan Nabi Muhammad, umat manusia terdahulu sudah diperintahkan untuk berpuasa. Sebagai umat Islam, mungkin ada baiknya kita mempelajari seperti apa cara puasa sebelum Nabi Muhammad dan datangnya Islam. Seperti apa ?

Umat Islam diwajibkan berpuasa di bulan Ramadhan. Selain itu, ada banyak macam puasa sunnah yang bisa dijalankan di luar bulan Ramadhan. Adapun perintah untuk berpuasa telah difirmankan Allah Ta’ala di dalam Al Quran, yaitu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (QS. Al-Baqarah: 183)

Dari ayat di atas, bisa disimpulkan bahwa sebelum islam, umat manusia dan Nabi-Nabi sebelum Rasulullah juga diperintahkan untuk berpuasa. Seperti apa puasa mereka ?

Pengertian dan Hukum Puasa

Puasa dalam bahasa memiliki arti “menahan diri secara mutlak.” Dalam ajaran agama Islam, orang yang berpuasa tidak boleh makan, minum, dan berhubungan intim dari mulai terbit fajar hingga matahari terbenam. Umat Islam juga diwajibkan berpuasa di bulan Ramadhan selama sebulan penuh. Selain dari itu, ada juga puasa sunnah yang bisa dijalankan di luar bulan Ramadhan.

Cara berpuasa umat islam dan umat sebelumnya pasti berbeda. Perbedaan yang paling besar biasanya adalah dari cara dan waktu untuk melaksanakannya. Namun apapun itu, hakikat berpuasa adalah untuk menahan diri dari nafsu dunia, seperti makan, minum, dan hasrat seksual.

Ibadah Puasa Sebelum Nabi Muhammad

Sebelum Islam dan Nabi Muhammad datang, umat sebelum kita melaksanakan puasa dengan durasi waktu lebih lama. Ibnu Katsir meriwayatkan dalam persoalan puasa sebelum Nabi Muhammad yaitu mengenai tata caranya. Umat terdahulu apabila mereka telah melaksanakan shalat malam (shalat Isya), kemudian tidur maka haram bagi mereka untuk makan, minum, dan berhubungan badan.

cara puasa sebelum nabi muhammad

Dalil shahihnya adalah riwayat Ibnu Abbas berikut ini:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمْ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْفَكَانَ النَّاسُ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّوْا الْعَتَمَةَ حَرُمَ عَلَيْهِمْ الطَّعَامُ وَالشَّرَابُ وَالنِّسَاءُ وَصَامُوا إِلَى الْقَابِلَةِ فَاخْتَانَ رَجُلٌ نَفْسَهُ فَجَامَعَ امْرَأَتَهُ وَقَدْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَلَمْ يُفْطِرْ فَأَرَادَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ يَجْعَلَ ذَلِكَ يُسْرًا لِمَنْ بَقِيَ وَرُخْصَةً وَمَنْفَعَةً

Hai orang-orang yg beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. Dahulu orang-orang pada zaman Nabi apabila mereka telah melakukan shalat Isya` haram atas mereka untuk makan dan minum serta bercampur dengan istri. Mereka berpuasa hingga esok hari. Kemudian terdapat seseorang tak dapat menahan hawa nafsunya kemudian ia mencampuri istrinya setelah melakukan salat isya` dan belum berbuka, kemudian Allah ‘azza wajalla hendak menjadikan hal tersebut sebagai kemudahan bagi waktu yang selanjutnya serta sebagai keringanan dan manfaat. (HR. Abu Daud)

Berbeda dengan umat Islam, umat terdahulu suadh mulai berpuasa ketika mereka tidur di malam hari. Sedangkan umat Islam baru memulai puasanya ketika terbit fajar. Ini berarti menandakan bahwa umat terdahulu tidak mengenal sahur seperti kita. Hal inilah yang kemudian menegaskan perbedaan cara puasa umat sebelum Islam dan puasa umat Islam.

Pernyataan di atas kemudian dipertegas oleh hadits Rasulullah yang diriwayatkan Amr bin ‘Ash Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ

Perbedaan antara puasa kita (umat Islam) dan puasa ahlul kitab terletak pada makan sahur.” (HR. Muslim, No. 1096)

Cara & Waktu Puasa Sebelum Islam

Beberapa ulama terdahulu berpendapat bahwa durasi waktu puasa sebelum Islam berbeda-beda. Ada yang puasa selama 3 hari setiap bulan, ada juga yang mengatakan waktu puasanya hanya 1 hari yaitu ketika puasa Asyura di tanggal 10 Muharram.

Pernyataan Musa ibn Harun dari kitab Al-Thabarani menyatakan bahwa ibadah kaum Nasrani terdahulu adalah mirip seperti ibadah puasa sebelum Islam. Mereka tidak dibolehkan makan dan minum setelah tidur. Waktu puasa dimulai akhir Isya hingga bertemu waktu Isya di keesokan harinya. Namun, rupanya hal tersebut memberatkan kaum Nasrani sehingga mereka bersepakat untuk memindahkan waktu puasa ke pertengahan musim panas dan musim dingin. Waktu puasanya pun ditambah 20 hari, sehingga total menjadi 50 hari.

cara puasa sebelum islam

Pendapat Mujahid dan Qatadah mengenai puasa kaum Yahudi adalah, ketika mereka puasa lama waktunya hanya 3 hari setiap bulan. Seakan mengingat kembali ibadah puasa umat terdahulu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam kerap melaksanakan ibadah puasa sunnah 3 hari setiap bulan. Puasa ini kemudian kita kenal sebagai puasa ayyamil bidh yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan.

Diriwayatkan dari Abu Dzar, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi, No. 761)

Ibadah Puasa Sebelum Umat Nasrani dan Yahudi

Selain umat Islam, Nasrani, dan Yahudi, umat manusia terdahulu juga melakukan ibadah puasa. Dalam kitab tafsir Al-Thabari menjelaskan mengenai puasa Asyura. Nabi Nuh Alaihissalam pernah melaksanakan puasa Asyura atau puasa di bulan Muharram. Dikisahkan Nabi Nuh beserta umatnya menaiki kapal di awal bulan Rajab. Saat di kapal, Nabi Nuh dan semua penumpang lainnya berpuasa selama 6 bulan.

Setelah perahu Nabi Nuh berlabuh di gunung Judi pada bulan Muharram, Nabi Nuh langsung berpuasa. Ia pun memerintahkan kepada semua umatnya untuk berpuasa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Selanjutnya puasa sebelum Nabi Muhammad dan Islam adalah puasanya Nabi Daud Alaihissalam. Puasanya Nabi Daud bisa dibilang sebagai ibadah puasa terbaik dan terlama. Puasa Nabi Daud tidak ada batas waktunya. Cara melaksanakan puasa Nabi Daud adalah dengan sehari puasa dan sehari tidak, begitu seterusnya.

Diriwayatkan oleh Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

إِنَّ أَحَبَّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَأَحَبَّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَكَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

“Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah puasa Daud, dan shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur di pertengahan malam dan bangun pada sepertiga malam terakhir dan beliau tidur lagi pada seperenam  malam terakhir. Sedangkan beliau biasa berpuasa sehari dan buka sehari.” (HR. Muslim, No. 1159)

Ibadah puasa Nabi Daud memang yang paling berat, namun ternyata inilah puasa yang paling dicintai oleh Allah dan tidak ada puasa lain yang melebihi itu. Mayoritas ulama berpendapat puasa Daud sebaiknya hanya dilakukan oleh orang yang mampu saja.

Jangan sampai berlebihan dalam beribadah sampai melewati batas kemampuan diri sendiri. Di samping puasa, masih banyak ibadah lain yang bisa dimaksimalkan. Jangan sampai terlalu banyak puasa membuat badan sakit sehingga tidak bisa melakukan ibadah yang lainnya. Semoga informasi ibadah puasa sebelum Nabi Muhammad dan Islam bisa menambah pengetahuan kamu. Aamiin.

√ Cara Puasa Umat Sebelum Nabi Muhammad, Apa Bedanya ? 1
kontraktor rumah
bina rumah
pinjaman lppsa
pengeluaran kwsp
spesifikasi rumah
rumah ibs
pelan rumah
rekabentuk rumah
bina rumah atas tanah sendiri
kontraktor rumah selangor
rumah banglo

Source


kontraktor rumah, bina rumah, pinjaman lppsa, pengeluaran kwsp, spesifikasi rumah, rumah ibs, pelan rumah, rekabentuk rumah, bina rumah atas tanah sendiri, kontraktor rumah selangor, rumah banglo

Back to list