Artikel Terkini

√ Hukum Mengganti Shalat Jumat dengan Shalat Dzuhur di Rumah

√ Hukum Mengganti Shalat Jumat dengan Shalat Dzuhur di Rumah
√ Hukum Mengganti Shalat Jumat dengan Shalat Dzuhur di Rumah 1

Bolehkah mengganti shalat Jumat dengan shalat Dzuhur ? Apa hukum mengganti shalat Jumat dengan Dzuhur ? Seperti yang kita ketahui, bagi orang yang tidak bisa melakukan shalat Jumat karena ada udzur, sakit, atau safar (dalam perjalanan), atau sebab lain maka dia bisa menggantinya dengan shalat Dzuhur. Jadi kewajiban shalat berjamaah di hari Jumat bisa diganti dengan shalat 4 rakaat wajib Dzuhur seperti hari biasa.

hukum mengganti shalat jumat

Hukum Shalat Jumat

Apa hukum shalat Jumat ? Hukum shalat Jumat adalah wajib bagi kaum muslim. Perintah untuk melaksanakan shalat Jumat ada di dalam Al Quran,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. Al Jumu’ah: 9)

Mengenai kewajiban shalat Jumat, hukum wajibnya lebih ditekankan kepada kaum pria (laki-laki). Sedangkan, hukum shalat Jumat bagi wanita menurut kesepakatan ulama adalah tidak wajib. Dalil mengenai wanita tidak wajib shalat Jumat adalah hadits Thariq bin Ziyad radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

الجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسلِمٍ فِي جَمَاعَةٍ إِلاَّ أَربَعَة : عَبدٌ مَملُوكٌ ، أَو امرَأَةٌ ، أَو صَبِيٌّ ، أَو مَرِيضٌ

Jumatan adalah kewajiban bagi setiap muslim, untuk dilakukan secara berjamaah, kecuali 4 orang: Budak, wanita, anak (belum baligh), dan orang sakit. (HR. Abu Daud, No. 1067)

Namun bagaimana jika ada wanita yang ingin ikut shalat jumat ? Jawabannya adalah boleh saja, dan shalatnya sah. Hikmah di balik alasan wanita tidak jumatan adalah supaya wanita tidak ikut berkumpul bersama kaum pria. Jadi, tidak akan terjadi hal yang tidak diinginkan seperti pria dan wanita bercampur baur di satu tempat setelah selesai shalat.

Hukum Meninggalkan Shalat Jumat

Apa hukum orang yang sengaja meninggalkan shalat Jumat ? Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah bersabda bahwa bagi orang yang sengaja melalaikan shalat jumat hingga 3x akan Allah tutup hatinya.

مَنْ تَرَكَ ثَلاَثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ

Barangsiapa meninggalkan shalat Jum’at sebanyak tiga kali karena lalai terhadap shalat tersebut, Allah akan tutupi hatinya. (HR. Abu Daud, No. 1052).

Apa yang dimaksud ditutup hatinya ? Maksudnya adalah Allah akan menutup hatinya, mencegahnya dari sifat kasih sayang, dan dijadikannya ia manusia yang bodoh, keras hati, serta dimasukan ke dalam golongan orang munafik. Banyak ulama berpendapat, yang dimaksud 3x adalah 3 kali berturut-turut. Alangkah baiknya, kita selalu menjaga shalat Jumat ini dan tidak pernah melalaikannya bahkan 1 kali pun.

Hukum Mengganti Shalat Jumat dengan Shalat Dzuhur

Walaupun hukum shalat jumat adalah wajib bagi laki-laki muslim, namun Allah tetap memberi keringanan bagi yang tidak bisa melaksanakannya. Shalat ini bisa diganti jadi shalat Dzhur jika memang tidak mungkin seseorang untuk menunaikan shalat jumat karena alasan yang sah secara hukum syar’i.

Golongan orang atau kondisi yang dibolehkan untuk mengganti shalat jumat ke dzuhur adalah:

  • Orang sakit, sehingga membuatnya tidak bisa pergi ke masjid
  • Safar, atau orang yang sedang dalam perjalanan
  • Budak (hamba sahaya)
  • Wanita
  • Anak yang belum baligh
  • Kondisi tidak memungkinkan seperti sedang terjadi wabah penyakit.

Bagi orang yang sedang mengalami kondisi seperti di atas, maka boleh mengganti shalat jumat dengan dzuhur. Banyaknya rakaat dzuhur seperti biasa yaitu 4 rakaat.

Hukum meniadakan shalat jumat di masjid juga dibolehkan jika dalam kondisi darurat. Misalnya, ketika sedang ada wabah penyakit menular di tengah masyarakat, maka pemerintah atau ulama boleh memerintahkan semua umat islam di daerahnya untuk tidak melakukan shalat jumat, dan menggantinya jadi shalat Dzuhur sendiri di rumah masing-masing. Hukum seperti ini boleh diterapkan untuk meringankan beban umat Islam dan menyelamatkan umat itu sendiri.

Bolehkah Melaksanakan Shalat Jumat di Rumah ?

Jika masih ingin tetap shalat jumat, bolehkah mengganti shalat jumat di masjid dengan shalat jumat di rumah ? Menurut hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang diriwayatkan oleh Abu Daud di atas telah menegaskan bahwa Shalat ini dilaksanakan secara berjamaah, bukan sendirian. Oleh karena itu, bagi yang tidak bisa jumatan, bisa diganti dengan shalat dzuhur berjamaah bersama keluarga di rumah.

Meniadakan Shalat Jumat Saat Terjadi Wabah Penyakit

Apakah boleh pemerintah dan ulama meniadakan shalat jumat saat terjadi wabah penyakit menular di masyarakat ? Jawabannya adalah boleh. Seperti yang dijelaskan di atas, salah satu hal yang memungkinkan kita bisa mengganti shalat jumat ke dzuhur adalah ketika terjadi wabah penyakit menular. Ketika melaksanakan shalat jumat secara berjamaah dikhawatirkan akan menularkan penyakit tersebut dari satu orang ke orang lain.

hukum mengganti shalat jumat dengan dzuhur

Penyakit datangnya dari Allah. Dan Allah pula yang menurunkan obatnya. Allah menurunkan penyakit sebagai bentuk cobaan bagi umatnya. Karena penyakit datang dari Allah, tentu saja menghindari penularan penyakit adalah hal yang harus kita lakukan.

مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia juga menurunkan penawarnya.” (HR Bukhari)

Allah memerintakan umatnya untuk berikhtiar ketika bencana datang. Salah satu bentuk ikhtiar kita tersebut adalah dengan tidak shalat berjamaah dan jumatan untuk sementara waktu. Karena cobaan ini datang dari Allah maka secara otomatis gugurlah hukuman bagi orang-orang yang meninggalkan shalat jumat. Selama ia menggantinya dengan shalat Dzhur, maka Insya Allah akan menggantinya dengan pahala yang sama besar dengan melakukan shalat jumat berjamaah.

Bagi orang yang selalu menjaga shalat jumatnya, saat wabah penyakit datang dan ia tidak bisa shalat, maka Insya Allah akan mencatatkan pahala shalat dzuhur sama dengan shalat jumat berjamaah. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash Radhiyallahu ‘Anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

الْعَبْدَ إِذَا كَانَ عَلَى طَرِيقَةٍ حَسَنَةٍ مِنَ الْعِبَادَةِ ثُمَّ مَرِضَ قِيلَ لِلْمَلَكِ الْمُوَكَّلِ بِهِ اكْتُبْ لَهُ مِثْلَ عَمَلِهِ إِذَا كَانَ طَلِيقاً حَتَّى أُطْلِقَهُ أَوْ أَكْفِتَهُ إِلَىَّ

Seorang hamba jika ia berada pada jalan yang baik dalam ibadah, kemudian ia sakit, maka dikatakan pada malaikat yang bertugas mencatat amalan, “Tulislah padanya semisal yang ia amalkan rutin jika ia tidak terikat sampai Aku melepasnya atau sampai Aku mencabut nyawanya. (HR. Ahmad, 2: 203)

Jadi, bisa disimpulkan bahwa hukum mengganti shalat jumat dengan shalat dzuhur ketika wabah penyakit datang adalah sah dan dibolehkan. Hal ini juga bisa dibilang sebagai bentuk antisipasi umat dan ikhtiar untuk berpindah dari keburukan ke kebaikan. Karena penyakit datang dari Allah, tentu saja Allah akan memaklumi dan meringankan umat muslim supaya tidak perlu shalat jumat atau shalat berjamaah di masjid ketika wabah penyakit datang.

√ Hukum Mengganti Shalat Jumat dengan Shalat Dzuhur di Rumah 1
kontraktor rumah
bina rumah
pinjaman lppsa
pengeluaran kwsp
spesifikasi rumah
rumah ibs
pelan rumah
rekabentuk rumah
bina rumah atas tanah sendiri
kontraktor rumah selangor
rumah banglo

Source


kontraktor rumah, bina rumah, pinjaman lppsa, pengeluaran kwsp, spesifikasi rumah, rumah ibs, pelan rumah, rekabentuk rumah, bina rumah atas tanah sendiri, kontraktor rumah selangor, rumah banglo
syaifulloh bin imam muhtasari kontraktor bina rumah ibs saif muhtar
syaifulloh bin imam muhtasari kontraktor bina rumah ibs saif muhtar
syaifulloh bin imam muhtasari kontraktor bina rumah ibs saif muhtar

Back to list